Rabu, 17 Juni 2015

Chasing Juve: part 1 (Jakarta)

Juve coming to Australia, Singapore, & Jakarta.

Part 1/2: Jakarta

Begitu mendengar kabar Juve akan datang ke Australia, bulu kuduk langsung merinding, excited! buku tabungan pun bergetar, ketakutan!
Getaran buku tabungan ternyata lebih kuat daripada rindingan bulu kuduk, maklum saja, tahun 2014 saya baru saja merampok tabungan saya untuk menyinggahi tanah suci Turin. Akhirnya saya ikhlas merelakan dan mengikhlaskan kemungkinan untuk menonton Juve lagi, secara langsung.

Udah pindah ke Australia, masih tetap "bermanfaat" bagi Juventus & Juventini
Tiba-tiba terdengar kabar kalau Juventus akan "singgah" ke Singapore, nah bulu kuduk semakin merinding. Kemudian sah sudah, Juventus juga akan mampir ke Indonesia, habislah sudah sekujur tubuh merinding hingga getaran buku tabungan tak lagi terasa.
Awalnya saya memilih untuk menonton di Singapore saja, karena saya berdomisili di Pekanbaru, transport via Batam akan jauh lebih terjangkau daripada ke Jakarta. Tapi setelah itu saya justru tersedot ke Jakarta karena poster meet & greet yang diupload promotor Jakarta (sebut saja namanya bunga).

Racun yang menyedot saya ke Jakarta

Saya pun memutuskan untuk ikut ke Jakarta, ditemani sang istri, kami berangkat ke GBK membawa mimpi berjumpa langsung dengan para punggawa Juventus. Di Jakarta, saya langsung kumpul dengan teman-teman dari Pekanbaru yang juga sudah berangkat lebih dahulu.
Kami mendatangi sesi latihan Juve di GBK setelah makan tempe mendoan bersama. Luar biasa, antusiasme yang membakar atmosfer GBK, GBK mendadak hitam putih, diwarnai chant-chant dan inno Juve. Grinta yang bisa saya katakan mengalahkan rekan-rekan Juventini di Turin, ya, saya ulangi, JUVENTINI DI INDONESIA > JUVENTINI DI ITALIA. Ini adalah pendapat yang bisa saya pertanggung jawabkan, setelah saya menonton langsung pertandingan Juve di J Stadium dan perayaan scudetto di kota Roma & Milan oleh para Juventini. Jika di J Stadium anda akan menemukan Grinta selevel ini di Curva Sud & Nord, di GBK anda akan menemukannya di seluruh bangku-bangku tempat Juventini menonton pertandingan.
Esoknya saya menghadiri sesi meet n greet, hati sungguh tidak sabar ingin bertemu pemain juve. Sayangnya seluruh ekspektasi bahagia tersebut perlahan berkurang, karena panitia tiba-tiba mengubah rules, TIDAK BOLEH BERFOTO. Sejujurnya saat itu banyak sekali peserta yang sudah tersulut emosinya, saya sendiri juga dibentak oleh seorang petugas karena curi-curi foto (bodo amat).
foto "curian"

Sagu hati dari panitia, ya cuma 1 foto ini
Di sana sudah ada Marco Motta, Marrone, Pepe, Giovinco, Vidal, Storari, & Pirlo. Benar-benar sayang sekali, saya tidak dapat berfoto, padahal di poster jelas-jelas disebutkan di meet & greet ini termasuk foto. Esoknya twitter promotor (yang tadi kita sebut namanya bunga) melakukan konfirmasi bahwa kebijakan ini adalah permintaan langsung dari Juventus, dan mereka akan mengupload foto yang mereka ambil untuk "sagu hati" kekecewaan kami. Saya pun sedikit lega, setidaknya sampai akhirnya foto tersebut diupload, ternyata tidak semua peserta diambil fotonya oleh panitia. Saya sendiri, hanya mendapatkan foto di atas, terpotong, dan Pirlonya ketutup rambut cepak om-om panitia.

Sagu hati yang sebenarnya
Di balik kekecewaan tadi, saya bersyukur setidaknya membawa pulang sebuah jersey dan pajangan yang bertanda-tangan para pemain Juve, terutama idola saya King Vidal. Selain itu ternyata saya berkesempatan berfoto bersama 2 selebriti yang juga dikenal sebagai Juventini, Mbak Dona Agnesia & Mas Lucky Perdana. Juga sempat bertemu kembali dengan presidente pertama Juventus Club Indonesia, mas Koko, juga bertemu presidente Indojuve (juve kaskus) mas Vebbysung. A lovely day!

Yang akhirnya mengangkat mood saya lagi dan membungkam buku tabungan saya (yang mulai mentertawakan keputusan saya), Juve tampil sangat apik, dan tentu saja Juventini yang tak henti-hentinya menyanyikan ino, cori, chant, apa saja, hingga pertandingan berakhir.

Ah! satu lagi, saya juga ternyata masuk di Video official di youtube Juventus yang berjudul Terima Kasih Indonesia! Cek di detik ke 53. A simple but meaningfull happiness.





Itu adalah part 1 di Jakarta, selanjutnya saya akan share perjalanan selama di Singapore di part ke 2. Singapore akan lebih seru, kenapa? stay tuned! (asik)

ps: perjalanan di Jakarta takkan sama berkesannya tanpa Diko & temennya (mereka berdua hoki banget di sini), Gana, bang Ricky, Mas Joko & bang Musdalil, (tempe mendoan yang dimakan bersama) dan tentu saja istri saya.  

Febrila Arifpraja
@febrillanna



1 komentar: