Part 2/2: Singapore
Untuk warga Pekanbaru seperti saya, Singapore memang jauh lebih terjangkau dan singkat dibandingkan ke Jakarta. Kita bisa naik pesawat menuju Batam, lalu tinggal menyebrang menggunakan Ferry via harbourbay ke Singapore.
Perjalanan ke Singapore kali ini saya bersama istri, adik tengah saya (eta) dan ketua Indojuve Pekanbaru (Husni).
 |
| Ferry Harbourbay Batam-Harbourfront Singapore |
 |
| Husni, Ketua Indojuve Pekanbaru; Bintang utama |
 |
| My 2nd brother, Eta |
 |
| my wife |
Di Singapore, hype Juventus tidak begitu terasa. Singapore masih seperti biasanya, sibuk, teratur dan seperti tidak ada yang spesial. Berbeda dengan Jakarta, begitu sampai di bandara, sudah terlihat orang-orang berjersey hitam-putih. Begitu sampai di Singapore, kami langsung menggunakan mrt untuk menuju ke hotel di daerah kallang. Hotelnya lumayan dekat dengan kompleks Stadium, jadi kami memutuskan untuk berjalan kaki saja. Dalam perjalanan, kami bertemu dengan beberapa orang Indonesia yang menanyakan jalan pada kami, ternyata mereka berasal dari Makassar. Ya, bisa dikatakan mayoritas yang menonton di Singapore ternyata bukan Juventini dari Singapore. Penduduk Singapore yang menonton memang datang untuk mendukung timnasnya. Sedangkan Juventini sesungguhnya datang dari Indonesia, dan Malaysia. Rekan-rekan indojuve pusat juga sudah duluan mengadakan tur bersama ke Singapore, bakalan bertemu mas Vebbysung dan kawan-kawan lagi.
 |
| Husni & Juventini Malaysia |
 |
| Indojuve (Juvekaskus) Pekanbaru |
 |
| Pemain sangat nyaman menghampiri penonton |
Kami menyaksikan sesi latihan di Singapore National Stadium pada sore hari (fyi: Juventus vs Singapore adalah pertandingan pertama di stadion yang baru ini). Memang tifosi di sini tak semilitan tifosi di Indonesia, bahkan chant paling lantang terdengar dari kursi rombongan Indojuve pusat (kami terpisah seat). Kami duduk di dekat tifosi Malaysia, sialnya ada oknum yang berteriak ke Husni yang sedang lincah kesana kemari "cuci piring, angkat kain", yah hubungan jelek Indonesia-Malaysia masih saja terbawa walau sudah di negeri orang. Beruntung kami tidak terpancing, dan akhirnya seiring waktu berjalan, kehangatan yang dibawa squad Juventus mencairkan suasana. Lihat saja husni sudah sempat berfoto bersama mereka (contoh yang baik, hahahaha).
Yang bikin saya sedikit terheran adalah ternyata ada sesi dimana pemain mendatangi penonton yang hadir. Mereka dengan antusias dan santai melayani permintaan tanda tangan dan foto bersama. Semua pemain berpencar meladeni penonton, di bagian kami ada Emil Audero, Llorente, dan beberapa pemain lainnya (saya lupa pastinya). Saya terheran-heran, di Australia juga terlihat pemandangan yang sama, sementara di Indonesia? sudah bayar mahal malah gak boleh foto (cek
part 1) hahahaha. Sebelum terlalu cepat menyalahkan promotor (yang tentunya tetap harus bisa perform lebih baik lagi), kita harus instropeksi pada diri sendiri. Ini adalah bukti bahwa image Indonesia di mata dunia, belum bisa memberikan kenyamanan bagi para pemain (secara umum: masyarakat dunia). Contohnya bawa petasan ketika di GBK, itu manfaatnya apa ya? saya yakin itu bukan Juventini yang sesungguhnya. Juventini akan "meledakkan" suasana dengan chant dan corinya, bukan dengan petasan dan semacamnya.
 |
| Llorente adalah pemain paling ramah dan gentle kepada fans, terlihat sejak di Indonesia. |
 |
Saya bayar jutaan rupiah untuk ini, dan tak bisa berfoto. Husni di Singapore dapet sign & foto, kesel gak?
FYI: baju ini akhirnya dilelang untuk amal yang ditaja Juve4care. Salut hus! |
There yo go, the luckiest man on earth that day, Husni berhasil berfoto bersama Llorente dan mendapatkan tanda tangan beberapa pemain. Saya senyum-senyum pahit, karena dompet saya mulai bergetar lagi, mungkin mentertawakan saya (baca part 1).
Next day, akhirnya datang hari pertandingan antara Juventus vs Singapore. Karena laga baru dimulai sore-malam hari, kami memutuskan buat main-main ke Marina bay dulu. Sekalian melihat peluang untuk berkunjung ke Fullerton Hotel, tempat menginap rombongan Juve. Benar saja, ternyata sangat bebas dan tidak terlalu rame, kami pun memutuskan untuk hunting tanda tangan lagi!!
 |
| Singgah sebentar ke Marina Bay |
 |
| Sebelum masuk ke bus, pemain-pemain Juve dengan santai meladeni penonton |
Setelah puas berfoto di Marina bay, di patung Merlion, dan lain sebagainya, kami pun bergerak ke Stadion. Akses menuju stadion sangat mudah dan terjangkau, bisa via MRT/Bus, (come on Indonesia, we can do more). Di stadion, kami mendapatkan seat di tepi lapangan, pemain Juventus bebas lalu lalang dan sangat ramah menyapa balik penonton. Husni masih saja berburu tanda tangan, korbannya kali ini Simone Pepe, sampai-sampai Pepe yang humoris itu pun kesal "lagi latihan bro!!" kira-kira itu jawabannya ke Husni. hahahahaha.
 |
| Kami mendapatkan seat di tepi lapangan, pas di tempat pemain Juventus melakukan pemanasan |
 |
| Marchisio kharismatik sekali, padahal cuma lari... |
 |
| Enjoying the game |
 |
| Husni Masih saja berburu, hahahaha |
 |
| Yang berbaju kuning di sana adalah rombongan Indojuve, suaranya memenuhi seisi stadion |
Secara objektif saya katakan bahwa tur Juventus di Singapore lebih rapi, dan lebih hangat suasananya. Pemain lebih santai, pelaksaannya lebih siap dan terorganisir. Tapi Indonesia jauh lebih unggul untuk urusan antusiasme dan animo Juventini. Para pemain, dan rombongan Juventus lainnya mengakui bahwa memang Indonesia luar biasa. Bahkan para videographer official Juventus mengakui hal ini kepada kami secara langsung, ketika mereka tau bahwa kami dari Indonesia, dan rombongan Indojuve pusat yang tidak berhenti menyanyikan chant. Mereka hanya bisa geleng-geleng kepala "wow, Indonesia" in a very slow motion.
Sebelum pulang, kami sempatkan berbelanja oleh-oleh di Mustafa centre, dan tentu saja mencari makanan halal untuk mengisi perut kami yang sudah kosong dan berbunyi. Perjalanan yang sangat berkesan, akhirnya proses mengejar Juventus selama tur di Indonesia & Singapore berakhir. Thanks Juve, you've bring so much happiness.
Chasing Juve, The End.
Febrila Arifpraja
@febrillanna
 |
| A nice jourrney |
 |
| Ciao! |
Tidak ada komentar:
Posting Komentar