Kamis, 09 Juli 2015

Arrivederci Pirlo & Ad10s Tevez


Berbagai rumor tentang Pirlo dan Tevez sudah bergema sejak Januari 2015 lalu. Belum lagi Tevez sebenarnya sudah sejak di Manchester City telah berkali-kali menyatakan akan pulang kampung ke Boca, Juventus baginya adalah a really sweet contingency plan.
Separoh Juventini (termasuk saya) sudah mulai bersiap merelakan mereka berdua. Tapi pencapaian Juve di Liga Champion membuat saya berharap Tevez dan Pirlo akan berfikir ulang. Mereka seharusnya penasaran dan akan mencoba lagi merebut piala yang sudah sangat dekat di depan mata, begitu harap saya.

Carlos Tevez


Tevez hadir di Juventus membawa sebuah keberanian yang lama dinantikan oleh Juventini, Tevez langsung menggunakan nomor keramat 10 yang ditinggalkan Alessandro Del Piero, sedikitpun tidak terlihat takut atau bahkan terbebani.

Have no fear Tevez?
Selama berada di Juventus, Tevez berhasil memainkan peran krusial No.10 dengan sangat baik. Di bawah Antonio Conte, Tevez bermain lebih dekat dengan gawang, seolah sedang memainkan perang no.9 dan 10 secara bersamaan. Sementara di bawah Allegri, Tevez diberi kebebasan untuk berkreasi di mana pun ia merasa nyaman, maka kita melihat sosok Tevez yang sesungguhnya, murni no.10. Yang menarik adalah dibawah kedua pelatih, Tevez tetap menunjukkan determinasi dan grinta yang sangat tinggi. Tidak jarang kita melihat Tevez melakukan pressing, seolah memiliki 2 Arturo Vidal. (well, memiliki Vidal pun seolah memiliki 2 Tevez).

Diantara segala aksi yang krusial, yang paling berkesan adalah Tendangan Bebasnya, Gol melawan Dortmund, dan tentu saja, solo run melawan Parma.

Gol yang sangat langka di Serie A
Tevez stats with Juve:
2 Scudetti 

1 Coppa Italia
1 Super Coppa Italiana
50 goals, 16 assists

Kepergian Tevez ke Boca membuktikan kepribadian yang dimiliki Tevez sangat mengagumkan. Dengan kemampuan dan daya tarik yang masih sangat baik, Tevez setidaknya masih bisa bermain 2-3 tahun di level tertinggi. Atau Tevez masih punya banyak waktu untuk mengumpulkan pundi-pundi dari Arab atau Amerika. Tetapi Tevez memilih untuk kembali ke Boca, membuktikan rasa rindunya pada tanah air bukanlah isapan jempol belaka. AD10S TEVEZ!!



Andrea Pirlo



Walau banyak yang memuji langkah Juve di awal merekrut Pirlo, beberapa orang justru menyambutnya dengan pesimisme. Banyak yang beranggapan dia telah habis karena "latah" dengan pandangan A.C.Milan kepadanya. Saya sendiri sangat antusias karena saya sangat mengikuti permainan Pirlo di A.C.Milan. Ya, walaupun seorang Juventini, saya pada saat itu sangat sering menyaksikan klub lain di Serie A, terasa lebih nikmat daripada menonton liga lain, bagi saya pribadi.

Pirlo superpass to Marchisio
Kesan Pertama yang diberikan Pirlo kepada Juve adalah sebuah superpass kepada Marchisio, yang dituntaskan Marchisio dengan tidak kalah cantiknya. Dimulai saat itu, begitu banyak sekali passing serupa yang kita saksikan di sepanjang karir Pirlo di Juventus. Salah satu "pelanggan" Pirlo adalah Lichtsteiner, saking seringnya hingga diabadikan dalam sebuah video yang menurut saya cukup menggelitik.



Pirlo Stats with Juve:
4 Scudetto
1 Coppa Italia
2 Suppercoppa Italiana
164 Penampilan, 19 Goals
so many lovable passes

Kesedihan terhadap kepergian Pirlo bagi saya pribadi lebih dipengaruhi oleh faktor emosional dan harapan Pirlo akan membantu Buffon mengangkat Liga Champion, diiringi rasa terima kasih yang begitu besar karena menjadi bagian krusial dalam kebangkitan Juventus. Secara teknis dan pengaruh transfer ini di lapangan, kita sebenarnya tidak perlu terlalu khawatir.
Kita sudah memiliki Marchisio yang terbukti bermain sangat baik selama Pirlo menepi. Ketakutan akan absennya melawan Dortmund ternyata tidak terbukti. Bahkan Marchisio menghadirkan peran yang mengubah permainan Juve, Juve bermain lebih cepat, lebih bertenaga, dan bertahan lebih baik. Bahkan saya memiliki sebuah keyakinan, (tanpa mengurangi rasa hormat pada Pirlo) jika di final CL melawan Barcelona yang bermain adalah Marchisio-Vidal-Pogba, mungkin akan menghadirkan hasil yang berbeda. Selain itu Marotta sudah menghadirkan Khedira, opsi regista yang lebih defensif dan lebih berperan sebagai jangkar pertahanan.
Pirlo sendiri tampaknya sangat menyadari hal ini. Dia pasti sudah memiliki bayangan akan berbagi tempat dengan Marchisio di musim depan, dan bagi seorang Chuck... maksud saya Pirlo, tentu hal ini sangat sulit diterima.

Dari interview Marotta beberapa hari yang lalu, tampaknya klub sudah menyadari atau mungkin sudah diberikan tanda kepergian mereka. Itulah mengapa Marotta tidak membuang waktu menghadirkan Dybala dan Khedira, sebuah precaution, sambil berharap Pirlo dan Tevez akan mengubah fikiran mereka.

Masih saya temui beberapa Juventini yang menyalahkan Agnelli, Marotta, dan manajemen atas kepergian mereka berdua. Saya memandang ini adalah keputusan murni dari para pemain, dan Juve terkenal sangat demokratis terhadap pemain kuncinya dalam hal transfer. Like Beppe always said "jika pemain bahagia di Juve, mereka tidak akan pindah ke klub lain".

Arrivederci Pirlo! Ad10s Tevez!! GRAZIE!!

Dear Juventini, don't worry, Juve already purchased a great player:



Tidak ada komentar:

Posting Komentar