JELEK...
Itu kesan pertama yang langsung saya dapatkan.
Mungkin hasil Fiorentina vs Juve sangat mempengaruhi mood saya sehingga saya langsung berfikir skeptis.
Bahkan ketika malam sebelumnya ada berita tentang logo baru akan dilaunching, saya langsung skip saja karena firasat saya sudah gak enak. Maka saya putuskan untuk menjauhkan diri dari twitter dulu. Eh, teman saya -Om Trisna- ternyata sudah tag logo ini di Path, mungkin dia gak mau eneg sendirian. :D
Ya sudah saya buka twitter saja, wush! timeline saya saat itu sudah seperti post apocalypse. Terlalu banyak tragedi, satir, ironi-ironi, negativitas, mungkin 80% Juventini di twitter sudah satu fikiran tenggelam dalam kekecewaan. Yang 20% lagi gak tau apa emang benar-benar suka, karena emang dasarnya hipster, suka bikin antitesa, atau sekedar menghibur diri.
Kira-kira 3 jam setelah itu keadaan mulai membaik. Ada beberapa yang mulai mengupas sisi positif, ada yang mulai mencoba mengerti visi Agnelli cs, ada juga yang mencoba membangun mesin waktu untuk mencoba membatalkan launching logo tadi (mending kalian batalkan transfer Vidal saja).
Sebelumnya setelah puas eneg-eneg an, saya memang sudah memahami maksud Agnelli cs. Mereka ingin melakukan revolusi dengan menjadi yang pertama mengusung konsep seminimalis dan sefuturistik mungkin. Untuk satu poin itu sudah saya coba pahami terlebih dahulu, lalu saya coba mempelajari poin-poin selanjutnya.
Ada sebuah artikel yang sangat bagus, bahkan bisa menjadi referensi terbaik sementara ini.
Beberapa poin penting dari web tersebut:
![]() |
| Konsep dasar |
![]() |
| Perbandingan dengan logo-logo sebelumnya |
![]() |
| Perbandingan dengan logo klub Serie A lainnya |
Semakin baik ketika kita melihat pengaplikasiannya di dalam berbagai media berbeda:
Terutama setelah pihak Juventus menegaskan bahwa logo ini akan menjadi lebih universal sehingga mempermudah ekspansi ke berbagai industri, bukan hanya sepakbola. Terutama dalam branding properti-properti Juventus, merchandise, hingga fashion.
![]() |
| The only good news that day, Emrata! |
Tetapi jujur secara pribadi saya merasa logo ini masih memiliki kekurangan estetika desain yang baik, komposisinya terasa masih timpang dan berat sebelah. Dengan dana yang cukup besar untuk logo ini, rasanya Juve masih bisa menciptakan logo yang lebih baik namun tetap bernuansa (J) dan futuristik.
Sebagai Juventini, mendukung tim adalah keharusan, siapapun tidak perlu mengajarkan Juventini bagaimana menjadi fans yang loyal, itu sama seperti mengajarkan ikan caranya berenang. Pujilah di saat yang tepat, kritik pun harus juga diberikan di saat kesalahan muncul, agar klub ini selalu sehat. Sebut saja keputusan mempertahankan Sturaro sebagai pengganti peran Vidal, tanpa membeli gelandang setipe selama beberapa bursa. Walaupun sekarang sudah ada Rincon, tetapi kalau Juve masih ingin merebut UCL, Juve harus berinvestasi pada setidaknya 1 gelandang kelas dunia.
Sekali lagi, saya pribadi sangat mengapresiasi visi Agnelli cs yang sangat jauh di depan klub sepakbola di Italia, bahkan dunia. Bangga rasanya memiliki seorang pemimpin yang sangat cerdas, muda, berdedikasi, menjaga kultur Italia (ketika kompatriotnya disilaukan uang China). Bisa dibilang Andrea Agnelli adalah sosok ideal presiden sebuah klub sepakbola, berhasil mempertahankan tradisi juara sekaligus tradisi trah keluarganya.
.
.
.
.
.
.
.
Tetapi logo ini memang Jelek
tetap #forzaJuve







Tidak ada komentar:
Posting Komentar