Kamis, 20 Agustus 2015

Benvenuto Alex Sandro



Rumor Siqueira begitu deras di bursa transfer musim ini, banyak sumber kompak mengatakan bahwa transfer ini hanya menunggu fase terakhir, tanda tangan & tes medis. Medengar hal ini sudah sangat membuat Juventini berbahagia, karena Juve memang membutuhkan sebuah opsi yang lebih segar di posisi bek sayap, khususnya di sisi kiri dimana Evra sudah cukup berusia dan Asamoah akan diplot untuk bermain sebagai gelandang tengah.

Juve memang memiliki sosok wingback yang solid di diri Evra dan Lichtsteiner, opsi pemain lapis pun sudah cukup memuaskan dengan adanya Simone Padoin (no joke). Tapi Juve membutuhkan opsi wingback yang lebih ofensif dan eksplosif, opsi ini terutama dalam hal penetrasi serangan serta crossing yang masih belum maksimal di squad Juve musim lalu.

Ternyata bukan Siqueira yang datang, melainkan seorang wonderkid (or an ex wonderkid) yang sudah lama mencuri perhatian klub-klub besar, Alex Sandro! Analisa saya pribadi, tawaran terhadap Siqueira memang benar adanya, namun pada saat fase-fase krusial, beredar info bahwa Alex Sandro menolak untuk memperpanjang kontraknya yang akan segera habis. Ini menjadi turning point bagi Marotta dan timnya, terutama setelah Manchester City datang dengan penawaran yang lebih rendah dari penawaran awal Juve. Beppe langsung bergerak cepat menawar dengan harga tinggi walau sisa kontraknya tinggal sedikit lagi, pola ini mengingatkan kita pada transfer Vidal dari Leverkusen. Marotta pagi tadi dalam interviewnya mengatakan bahwa harga tersebut pantas untuk sebuah investasi yang bagus.

Dengan datangnya Alex Sandro, Juve memiliki pilihan seorang wingback yang mampu memenangkan pertandingan 1 lawan 1 dengan dribble dan tekniknya. Crossingnya juga cukup bagus, setidaknya lebih bagus dari Evra atau stok wingback lainnya. Hal ini sangat diperlukan karena di musim-musim yang lalu Juve bisa dibilang menyia-nyiakan potensi Llorente yang jago di udara, terlihat ketika tersudut barulah Allegri memasukkan Pepe atau menaikkan posisi Lichtsteiner untuk menyupplai Llorente, dan beberapa kali terbukti efektif. Musim ini kita memiliki Mandzukic dan Zaza yang memiliki kemampuan untuk memanfaatkan crossing, mudah-mudahan Juve bisa memaksimalkan hal ini.

Berikut beberapa statistik Alex Sandro

stats from Football Manager (admit it, they have great scouts, no joke)

no serious injuries so far, important fact for Juve

perfomance stats, check the details on transfermarkt.com
Stats from transfermarkt.com




Kita cukup terkejut dengan kehadiran Alex Sandro, namun ini merupakan sinyal bahwa Beppe Marotta tidak akan segan-segan bergerak cepat ketika peluang yang baik muncul, walau harus merogoh kocek dalam. Well another signing Beppe? a Trequartista? a def.mid? a regista? can't wait.

Benvenuto Alex Sandro!!!




Jumat, 07 Agustus 2015

Persiapan Awal Musim Juventus



Juventus musim ini mengalami sebuah revolusi yang cukup besar. Kepergian Vidal seperti petir di siang bolong bagi Juventini, di twitter saya jelaskan bahwa saya percaya kepindahan ini adalah sebuah "reaksi" atas suatu kejadian yang kita tak akan ketahui pasti setidaknya beberapa musim ke depan. Terlihat bagaimana Marotta berbicara di interview beberapa hari belakangan tentang kepergian Pirlo dan Tevez, tapi tidak mengenai Vidal.



Saya pribadi berpendapat Vidal sengaja "points out" motif juara UCL sebagai alasan kepindahannya ke Muenchen, sebagai ghost-statement kekecewaannya terhadap manajemen Juve yang gagal menunjukkan ambisi UCL setelah "merelakan Tevez & Pirlo". Untuk detail analisa bisa dicek di twit saja di tanggal 28 Juli. @febrillanna


Pencapaian Marotta dan Paratici membuat banyak fans justru menyalahkan Vidal dan yakin bahwa manajemen akan berbuat sesuatu yang terbaik, seperti yang sudah-sudah. Ya, tak ada pemain yang lebih besar dari Juventus itu sendiri, begitu Agnelli mengajarkan kita. Kita juga sudah terlalu sering dibungkam oleh pembuktian Marotta, kita pun mulai tidak berani mengkritik pergerakannya :D

Laga Persahabatan

Hasil pramusim sejauh ini cukup mengecewakan, seperti musim yang sudah-sudah. Tapi salah jika kita menyamakan pramusim kali ini dengan pramusim-pramusim sebelumnya, ada perbedaan yang sangat mencolok; permainan Juve tidak meyakinkan.

Jika di pramusim-pramusim lalu Juve gagal mencapai hasil skor yang baik, tetapi di lapangan kita memainkan sepakbola yang teratur dan terintegrasi pada sistem yang baik. Hasil buruk dikarenakan banyak pemain kunci yang masih beristirahat pasca turnamen internasional. Permainan Juve terlihat masih sangat connected walau pemain terlihat membatasi determinasi dan agresifitas.

Di pramusim 2015/2016 Juve benar-benar terlihat kehilangan daya gedor atau setidaknya sebuah pakem yang bisa diandalkan.
Melawan Dortmund sangat tidak adil untuk menghakimi Juve, karena Dortmund sudah memainkan laga persahabatan 4 kali, sementara Juve baru kali pertama.
Melawan Lechia mulai terlihat serangan Juve memang dibangun "asal-asalan", terbukti gol pertama Juve hadir melalui sebuah corner, gol kedua memang lahir dari open play, tapi open play yang instant, sebuah early cross yang diolah Mandzukic secara individual.
Melawan Marseille kelemahan Juve makin kelihatan, Juve benar-benar kehilangan poros serangan, kehilangan salah satu dari Pirlo, Tevez atau Vidal mungkin masih bisa diatasi. Tapi juve kali ini kehilangan ketiganya sekaligus, sedangkan musim-musim lalu mereka bertiga adalah poros 80% serangan Juve. Di pertengahan laga, beberapa pemain Juve justru terlihat seperti "lose their head", ya memang peforma wasit dan permainan keras Marseille cukup berpengaruh juga. Catatan positif dari laga ini adalah sang #Pogba10 yang tampil luar biasa.

Someone to rely on, hope it won't be a burden for Pogba

Di laga versus Marseille kita malah mendapatkan sebuah kejadian kurang mengenakkan, yaitu cideranya Sami Khedira, kartu joker yang seharusnya jadi salah satu harapan kita musim ini. Menepi 2 bulan berarti kita akan kehilangan Khedira di 8 laga awal, belum lagi seorang pemain yang baru sembuh dari cidera membutuhkan waktu setidaknya 1-2 bulan untuk benar-benar fit. Om @dwicarta bahkan merasa Khedira mungkin tak akan benar-benar berguna di tahun ini. Asamoah yang disiapkan untuk kembali bermain ke tengah, juga masih dibekap cidera setelah musim lalu juga menepi hampir 1 musim. Praktis di gelandang bertahan Juve hanya menyisakan Sturaro sebagai pemain yang fit dan siap tampil.

chance for Sturaro
Sturaro bagi beberapa Juventini dipandang siap untuk muncul memikul peran Vidal sebagai gelandang angkut air, peforma apik musim lalu jadi pegangan Juventini. Apalagi goal cancellingnya di bibir gawang ketika melawan Real Madrid di musim lalu mengangkat namanya di kalangan Juventini. Tetapi perlu kita ingat, semua itu ditawarkannya ketika Sturaro didampingi pemain senior seperti Pirlo dan Vidal, mampukah ia menjalankan peran tersebut sebagai seorang "pemeran utama"? 8 laga awal musim ini adalah sebuah ujian yang ideal, sekaligus sebuah pertaruhan yang sangat berbahaya bagi Juventus.

Di sisi lain, cideranya Morata justru tidak begitu membuat khawatir. Tidak seperti Khedira, kita punya pelapis yang cukup baik secara kuantitas dan kualitas. Justru ini seperti blessing in disguise karena akhirnya kita bisa melihat pembuktian duo Mandzukic-Dybala.

Seluruh permasalahan ini akan semakin terlihat menyebalkan jika kita melihat pergerakan transfer klub-klub rival di Serie A. Peforma impresif Int*r Milan, Roma, dan AC Milan di bursa transfer membentuk poros kekuatan yang baru dan cukup mengancam Juventus. Beruntung klub Serie A lainnya juga mengalami hasil-hasil pramusim yang buruk, wajar karena praktis hampir semua klub mengalami perombakan besar, kecuali Lazio yang tergolong stabil karena tidak ada perubahan yang berarti. Bisa dibilang jika melihat kesiapan tim Serie A lainnya, Juventus masih merupakan unggulan, kendati seluruh klub start dari garis yang sama.

Missing link



Sebenarnya manajemen sudah sangat paham akan kekurangan yang harus dilengkapi di bursa transfer kali ini, terutama pada sebuah posisi yang sangat obvious, TREQUARTISTA. Hanya saja yang membuat saya cukup resah adalah pergerakan transfer Juve yang masih tetap saja seperti Juve di awal membangun, terlalu mengincar peluang dan bargain yang tepat. No disrespect to Marotta and co, they are already a legendary team with their eyes and negotiating skills. But seriously? setelah Juve mendapatkan uang dari pencapaian musim lalu (penjualan Vidal, Juve finish sebagai runner up UCL, dan melapangkan slot gaji) apa Juve juga akan tetap menawar Trequartista berkualitas dengan harga murah?

Terlihat Marotta di interview mengatakan "Juve tidak butuh trequartista, Juve punya Dybala untuk posisi itu". Allegri langsung menjawab tak sampai 1 hari "Dybala bukan trequartista, setidaknya Juve harus mendatangkan gelandang kreatif".Interview Marotta tentu saja adalah sebuah decoy agar Schalke dkk menurunkan harga pemainnya yang terlanjur tergoda oleh Juventus. Tapi Allegri (yang merasakan kesulitan tactical) langsung menganulir manuver Marotta, sebuah bukti bahwa sebenarnya Allegri merasakan keresahan yang harus segera diselesaikan. Ya, jika bukan seorang trequartista, setidaknya seorang gelandang kreatif untuk menahan bola lebih lama, seperti Witsel misalnya.

Saya pribadi merasa Juve setidaknya membutuhkan 3 pemain lagi: wingback kiri, trequartista/mezzala, dan gelandang bertahan.





Wingback Kiri: Siqueira sudah disebut sangat dekat dengan Juve, sebuah kabar yang baik untuk Mandzukic, supply crossing bisa meningkat, tapi semoga mereka tidak berebut penalti seperti di Atletico dulu :)


Juve masih tarik ulur dengan Schalke
Mulai tidak nyaman di Muenchen, namun terkendala Marotta-economic :D



Witsel, Kuat dan Berteknik bagus namun Zenit meminta 30jt euro

Trequartista/Mezzala: Draxler dan Gotze adalah 2 nama yang paling sering disebut untuk posisi trequartista, sementara Witsel adalah opsi lainnya yang juga sangat sering disebut, bahkan sang pemain dan agennya sudah beberapa kali menyebutkan nama Juve di media, they want Juve badly

Gelandang Bertahan: Mascherano beberapa kali disebut, perwakilan agency Mascherano juga menyatakan keinginan kliennya untuk bermain di Serie A, namun hal ini dengan cepat dibantah pihak Barcelona. Sebenarnya posisi gelandang bertahan tidak terlalu krusial karena Juve punya banyak opsi, tapi cideranya Khedira & Asamoah cukup untuk menjadikan posisi ini kembali "panas". Tergantung pada manajemen apakah berani bertaruh pada Sturaro?

Perkiraan formasi 2015/2016

#POGBA10

Masalah transfer dan cidera belum tuntas, tapi Juventus memberikan sebuah kabar yang cukup mengejutkan, yaitu Pogba musim ini akan menggunakan nomor sakral 10. Beruntung nomor 10 ini menurut press release Allegri merupakan permintaan langsung dari Poga sendiri, jika tidak kita bisa berfikir jangan-jangan ini modus manajemen saja agar Juve tidak perlu mencari trequartista ;)

Secara finansial keputusan ini akan menguntungkan, penjualan Jersey dijamin semakin meningkat. Nah yang menjadi pertanyaan adalah mampukah Pogba meneruskan kedigdayaan yang diwariskan oleh pemain seperti Boniperti, Platini, Baggio, Del Piero, dan Carlos Tevez? Yang jelas sepertinya Mino Raiola bakal sedikit kesal karena keputusan ini mau tak mau menbuat Pogba akan bertahan lebih lama. Semoga!


7 Agustus 2015
Febrila Arifpraja
@febrillanna