Jumat, 19 Juni 2015

Benvenuto Mandzukic?


iseng-iseng menyambut kedatangan si raksasa "bengal"

Mandzukic adalah pemain yang akan kamu benci jika ia adalah lawanmu, tapi akan kamu cintai jika ia bermain untuk timmu. Itu adalah kesan yang saya dapatkan selama menyaksikan permainannya ketika melawan Juventus, juga ketika Kroasia melawan Italia. Seperti berjodoh, Mandzukic sering sekali berduel melawan Chiellini, Bonucci, Buffon, dkk. Entah itu di Bayern Muenchen, Atletico Madrid, ataupun di timnas Kroasia. Terakhir Mandzukic "membuat" Buffon menepi karena cidera.

Mandzukic adalah pemain yang memiliki postur seperti Llorente, sehingga beberapa Juventini menganggap ini tak lebih dari sekedar menambah stok Target Man. Tapi pemikiran seperti itu (menurut saya) sangat salah, karena mereka berdua sangat bertolak belakang dalam hal sifat dan gaya bermain.

Great skills and grinta
Jika Llorente terlibat dalam banyak post play dan possession, Mandzukic bisa bermain layaknya seorang "number 9" juga memiliki skill dan kecepatan yang lebih baik untuk membangun serangan. Lalu, jika Llorente adalah seorang gentle giant, sedangkan Mandzukic adalah seorang "mad giant". Bisa kita lihat dari gif di atas, 8 detik yang sangat merepresentasikannya (gif adalah olahan saya sendiri dari video youtube). Sedangkan persamaan dari Llorente dan Mandzukic, keduanya memiliki heading yang sangat baik, bisa dikatakan mereka adalah 2 dari yang terbaik. Mari kita lihat beberapa statistik di bawah;
Whoscored.com

Football Manager 2015 stats
Kedua statistik dari whoscored dan FM 2015 saya rasa sudah sangat menjelaskan bagaimana kemampuan Mandzukic. Mengutip dari Football Manager mungkin terlihat tidak profesional, tapi hei! saya tidak mencoba menjadi seorang profesional. Kita juga harus mengakui, seorang FM lovers pasti tahu betul bagaimana kemampuan scouts dari FM kan ;). Lagipula site sekelas Squawka.com justru sering mengupas statistik dari game sepakbola FIFA. Hahahaha.

Jadi apakah Mandzukic adalah pengganti Tevez yang ideal? Pertama, Tevez tidak tergantikan, perannya sebagai seorang nomor 10 telah membuat kita mulai "move on" dari pemilik no.10 sebelumnya. Walaupun kehadirannya di Juventus Stadium sangat singkat, tapi Tevez telah memberikan kita kesan yang sangat mendalam melalui gol-gol yang hadir dalam waktu yang tepat.

Kedua, mungkin kita sering lupa kita masih punya Morata dan Dybala, masih ada Berardi dan Zaza yang akan ditentukan nasibnya musim depan. Ketiga, sepertinya Marotta belum berniat berhenti berbelanja pemain. Terakhir kali, Allegri dengan gamblang menyebut ia butuh seorang trequartista, sambil menyebut nama-nama seperti Oscar, Isco, Pastore, dll.
 PS: Mandzukic adalah seorang juara Liga Champion, seperti Khedira, apakah ini sebuah clue dari Marotta tentang target Juve musim depan?

So, Benvenuto Mandzukic?

Febrila Arifpraja
@febrillanna


Tidak ada komentar:

Posting Komentar